Hanya untuk Keluarga
Karena saya malas untuk kirim sepucuk email minggu ini saya cukup untuk mengirim beberapa kata saja. Tapi dalam bahasa indonesia ya. Maaf kalau belum paham.
Terus terang saya selama misi saya tidak selalu rajin untuk belajar bahasa, beralasan karena salah satu mantan presiden misi saya pernah katakan untuk gak usah belajar bahasa soal ngobrol dengan penutur asli setiap hari sudah cukup. Ternyata tidak. Semangat saya untuk belajar bahasa dengan tekun naik pekal ini. Saya merasa lancar sekali dalam bahasa indonesia namun saya tahu bahwa masih ada banyak untuk dipelajari. Salah satu kata baru yang saya belajar minggu ini adalah algojo. Itu artinya executioner. Jarang dipakai.
Minggu ini sangat menyenangkan bagi saya. Saya akan menjabarkan minggu saya dengan berikut:
Hari Senin: beli batik untuk bikin dasi baru. Poto akan menyusul.
Hari Selasa: melatih pemimpin distrik. Mencari jiwa.
Hari Rabu: jadwal padat. Saya mengajar kelas bahasa inggris dan sangat tidak suka.
Hari Kamis: petukaran rekan dengan Elder Call. Terus terang dia tidak mengajar saya begitu banyak dengan katanya, namun dia betul betul mengajar saya banyak dengan teladannya.
Hari Jumat: petukaran rekan dengan Elder Al-Rudhan. Dia asli Georgia juga tapi tinggal dua jam dari rumah kita. Dia mau pulang misi akhir bulan ini. Saya pikir bahwa dia akan menghadiri gereja dengan kita ketika saya pulang tahun depan.
Hari Sabtu: banyak tugas zona. Juga mengajar seseorang dan cari banyak jiwa.
Hari Minggu: naik bis satu jam ke Jakarta untuk konferensi pasak. Cari jiwa lagi.
here is the translation from google transalte:Only for families
Because I am lazy to send an e-mail this week I am enough to send just a few words. But in Indonesian Sorry if you don't understand.
Frankly, during my mission I was not always diligent in learning languages, reasoning because one of the former president of my mission had said to not have to learn a language about chatting with native speakers every day was enough. Apparently not. My passion for learning languages diligently rises to this point. I feel very well in Indonesian but I know that there is still a lot to learn. One of the new words I learned this week is the executioner. That means the executioner. Rarely used.
This week is very pleasant for me. I will describe my week with the following:
Monday: buy batik to make a new tie. Poto will follow.
Tuesday: train district leaders. Looking for soul.
Wednesday: busy schedule. I teach English classes and really don't like them.
Thursday: exchange partners with Elder Call. Frankly he didn't teach me so much with his words, but he really taught me a lot with his example.
Friday: exchange partners with Elder Al-Rudhan. He is native to Georgia too but lives two hours from our house. He wants to go home on a mission later this month. I thought that he would attend church with us when I go home next year.
Saturday: a lot of zone assignments. Also teaching someone and looking for a lot of souls.
Sunday: take an hour bus to Jakarta for stake conference. Find soul again.